Error message

Notice: Undefined offset: 1 in counter_get_browser() (line 70 of /home/biroorg/public_html/sites/all/modules/counter/counter.lib.inc).

BUPATI LOTENG: TERIMA KASIH BIRO ORGANISASI PROVINSI NTB

Bupati Lombok Tengah H. Suhaeli FT melalui Kepala Bagian Organisasi menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Biro Organisasi Setda Provinsi NTB atas pendampingan, bimbingan, fasilitasi dan ilmu Anjab dan ABK yang diberikan kepada ASN Kabupaten Lombok Tengah. Ilmu Anjab dan ABK ini sangat penting bagi kami di Kab. Loteng, lebih-lebih saat ini Kabupaten Lombok Tengah sedang melakukan penataan nomenklatur jabatan, dan menghitung kebutuhan ASN di Kabupaten Lombok Tengah. Demikian disampaikan Bupati Lombok Tengah dalam sambutan yang dibacakan oleh Kepala Bagian Organisasi.

Lebih lanjut, Anjab dan ABK pada Setiap SKPD di Kabupaten  Lombok Tengah masih perlu disempurnakan. Penyemprunaan ini penting sebagai langkah awal dalam penguatan pencapaian visi dan misi Kabupaten Lombok Tengah. Dengan Anjab dan ABK kedepan diharapkan ASN di Kabupaten Lombok Tengah dapat menjadi Analis yang mandiri. Dan yang lebih penting dengan Anjab dan ABK dapat mengefektifkan pelaksanaan  tugas secara lebih profesional dan penuh integritas. Ungkap Bupati. Pelatihan dan pendampingan Anjab dan ABK berlangsung di Gedung PKK, dengan peserta semua Kasubbag Umum dan Kepegawaian pada SKPD dan Kecamatan lingkup Kabupaten Lombok Tengah. Sedangkan dari Provinsi Tim Anjab dan ABK Biro Organisasi.

Sementara itu Kepala Biro Organisasi  Setda Provinsi diwaliki Kabag Anforjab dan SDA Dra. Hj. Ratna Indiah sekaligus sebagai narasumber menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kabupaten Lombok Tengah atas sinergitasnya dengan Pemerintah Provinsi NTB khususnya terkait dengan Anjab dan ABK. Sinergitas ini penting untuk menseragamkan pemahaman dan aturan dalam melaksanakan Anjab dan ABK. Begitu juga dalam hal penyesuaian nomenklatur jabatan pasca ditetapkannya PP 18 Tahun 2016 dan Perda terkait Perangkat Daerah Kabupaten Lombok Tengah. 

Anjab dan ABK langkah awal, metode dan teknik untuk mendapatkan data jabatan, mengolahnya untuk menjadi informasi jabatan, menyajikannya untuk menjadi program-program Kelembagaan, Kepegawaian dan Ketatalaksanaan serta memberikan layanan pemanfaatan bagi pihak-pihak yang memerlukannya. ABK dapat digunakan instansi Pemerintah dan perusahaan swasta untuk menentukan jumlah tenaga kerja yang ideal pada suatu jabatan. Hasil Anjab dan ABK dapat dimanfaat untuk melakukan evaluasi jabatan yang mana hasilnya digunakan untuk menghitung besarnya gaji yang harus dibayarkan kepada pegawainya dengan adil  dan berdasarkan prestasi kerja dengan memperhatikan  pendidikan dan pengalaman kerja serta tugas dan tanggungjawab. Dengan metode evaluasi jabatan dalam perhitungan gaji yang akan dibayarkan kepada pegawai maka akan tercipta keuntungan bagi kedua belah pihak baik instansi/perusahaan maupun bagi karyawan. gaji yang diterima  adil dan sesuai prestasi kerja,  terciptanya kesejahteraan keluarga pegawai, ungkap Karo.

Menurut Karo, hasil anjab yang berupa infomasi jabatan dapat dipakai untuk penataan kelembagaan, kepegawaian, ketatalaksanaan serta perencanaan pendidikan dan pelatihan. Diharapkan dengan Anjab dan ABK setiap satuan kerja dapat  menentukan komposisi pegawai yang dibutuhkan, setiap jabatan yang diduduki ASN memiliki kecocokan dengan kompetensi, ASN profesional dalam bekerja,  ASN mempunyai peran yang jelas dan optimal dalam pencapaian visi dan misi organisasi, penilaian kinerja dapat dilakukan obyektif sesuai prestasi riil serta ASN dapat meningkatkan kompetensinya.

Fasilitasi dan pendampingan penyusunan Anjab dan ABK dilaksanakan dari pagi hingga sore. Antusiasme peserta Bimteks Anjab dan ABK begitu bersemangat. Tidak sedikit diantara peserta yang merespon materi yang disampaikan tim Anjab Provinsi. Bahkan tidak sedikit diantara peserta yang meminta kepada tim Provinsi NTB untuk melakukan pendampingan dan fasilitasi penyusunan Anjab dan ABK kembali di Kabupaten Loteng. Alasan yang terungkap dari peserta bahwa Anjab dan ABK sangat penting walaupun dalam proses penyusunannya sulit. Banyak peserta yang meminta kepada tim Provinsi agar dapat datang ke SKPDnya untuk mendampingi kembali dalam penyusunan Anjab dan ABK-nya. (sahar)