Jumat Salam Biro Organisasi: DESA TAMEKAN KSB CEMERLANG MENEKAN STUNTING.

KSB, 16/12/203 - Tamekan merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Desa dengan jumlah penduduk 1.232 jiwa memiliki 0 (nol) persen kemiskinan ekstrim. Sedangkan kemiskinan regular sebanyak 20 orang. 

Stunting di desa Tamekan dikelompokkan menjadi dua klaster yaitu stunting anak umur 1-2 tahun ditemukan 0 (nol) persen, dan anak 2-3 tahun ditemukan 7 orang. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang mencapai 30 orang. 

Strategi yang dilakukan Pemdes Tamekan untuk menurunkan kemiskinan menurut Kepala Desa Tamekan Yul Haidir yaitu memberikan bantuan selain PKH juga bantuan langsung melalui Dana Desa maupun Alokasi Dana Desa (ADD). Insya Allah tahun 2024 kemiskinan di Desa Tamekan bisa 0 (nol) persen. 

Untuk anak yang menderita pravelensi stunting lanjut Haidir, Pemdes Tamekan melakukan inovasi “Dahsat” yang merupakan singkatan dari Dapur Sehat Atasi Stunting. Dengan inovasi ini Desa Tamekan menggelar kegiatan masak makanan tambahan dan edukasi gizi terhadap anak. Jadi anak-anak yang tergolong stunting diberikan makanan tambahan siap saji. Inovasi lain Pemdes Tamekan mengumumkan dan memberikan Umroh gratis bagi masyarakat yang dapat menekan angka stunting di Desa Tamekan, ujarnya. 

Lebih lanjut Haidir, pemerintahan dan pembangunan di Pemdes Tamekan di dukung dari Dana Desa 2023 sebesar Rp 686.533.000. ADD sebesar Rp 1.331.772.000. Penghasilan dari pajak desa sebesar Rp 105.660.783. 

Inovasi di atas dibenarkan oleh Eti Meliati – Kader Posyandu Tamekan dan Ekana Sekdes Tamekan. Eti menambahkan selain inovasi “Dahsat” Langkah maju dari Pemdes Tamekan adalah melalui pendampingan terhadap posyandu keluarga, dan memperkuat implementasi posyandu gotong royong. 

Ditengah berbagai kemajuan yang diraih Desa Tamekan, dihadapkan dengan permasalahan dan isu stragis antara lain menset penduduk terkait stunting masih rendah. Selain itu kebijakan pemerintah terhadap petani rendah. Haidir mencontohkan sering terjadinya kelangkaan pupuk.. Tidak jarang, ketika musim tanam tiba, pupuk mulai langka. Kalaupun ada tersedia, tetapi harganya sudah mahal. Alasannya bermacam-macam, mulai dari tata niaganya yang panjang hingga disinyalir ada pihak tertentu yang ikut bermain untuk mengeruk keuntungan. Di Desa Tamekan hanya 1 Perusahaan yang menjual pupuk yaitu UD Ramdani. 

Selain itu harga produksi petani rendah saat musim panen, sehingga masyarakat petani dirugikan karena tidak sebanding biaya yang dikeluarkan dengan hasil yang diperoleh.

Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi Pemdes dan masyarakat Tamekan, Biro Organisasi Setda Provinsi NTB menyarahkan agar dapat mengoptimalkan pembuatan dan penggunaan pupuk organik, khususnya pupuk organik cair. Disamping itu akan segera mengkomunikasikan dan mengkoordinasikan dengan Pemerintah KSB agar Pemda Sumbawa Barat. Selain itu akan melakukan komunikasi dengan perangkat daerah terkait di Provinsi NTB dalam hal ini Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB. 

Sebagai bentuk kepedulian dalam menurunkan angka stunting, Biro Organisasi memberikan bantuan telur yang diterima secara langsung oleh Kades Haidir didampingi Kader Posyandu dan Sekdes Tamekan. 

 

Demikian Tim PPID Biro Organisasi.

#BiroOrganisasiNTB #jumatsalam #ntbmajumelaju